Postingan

Melahirkan caesar di tengah pandemi covid-19

  Berikut adalah pengalaman saya melahirkan anak kedua saya di tengah-tengah pandemi covid-19. Sebelumnya saya melahirkan anak pertama saya dengan cara caesar atas saran dokter kandungan karena pada saat itu posisi bayi dalam kandungan saya sungsang. Jarak kehamilan dari anak pertama ke anak kedua adalah 3 tahun. Ketika saya berkonsultasi ke dokter kandungan bisakah saya melahirkan normal di kehamilan saya yang kedua ini, beliau menjawab tidak ada salahnya mencoba. Bicara soal HPL alias Hari Perkiraan Lahir jika menghitung dari hari pertama haid terahir maka seharusnya HPL-nya tanggal 13 Maret namun ketika pemeriksaan USG pertama kali ke dokter kandungan di usia kurang lebih 11 minggu beliau menentukan HPL-nya tanggal 1 April, katanya sih dari ukuran janinnya yaudah lah kan beliau lebih tahu. Intinya saya punya 2 HPL pada saat itu. Tidak ada masalah yang berarti ketika masa-masa kehamilan itu saya benar-benar menikmatinya. Mungkin karena ini bukan lagi pengalaman pertama. Ketika pe...

Seandainya kamu tau

 Seandainya kamu tau, berapa mimpi yang harus aku kubur karena lagi-lagi kamu membawaku ke titik terendah kehidupan ini. Seandainya kamu tau, bagaimana perasaan manusia yang dikecewakan berkali-kali oleh orang yang sama. Seandainya kamu tau, aku sering membenci senyumanmu yang seolah-olah tak berdosa itu. Seandainya kamu tau, semua tidak pernah mudah bagiku.

Tidak pernah benar-benar berpikir

 Aku... Sepertinya aku tidak pernah benar-benar berpikir, atau mungkin saja aku ini memang bodoh. Aku hanya terus berusaha menjadi orang yang baik dan ternyata kita menjadi mudah dimanfaatkan oleh orang lain. Hanya karena kita mudah memaafkan mereka menjadi dengan mudahnya mengecewakan. Berkali-kali memaafkan berkali-kali pula dikecewakan. Sepertinya aku memang orang bodoh yang berpikir memaafkan adalah perbuatan yang mulia.

Jangan mau jadi aku

 Iya, jangan mau jadi aku.  Dulu aku pernah merasa sangat beruntung, padahal kenyataannya tidak. Aku tersadar ketika mengetahui suamiku hobi berjudi.  Sungguh, rasanya langit pun runtuh seluruh kehidupanku hancur. Aku menangis sambil memandangi bayiku yang baru berusia 1 bulan yang tengah tertidur bersama kakanya yang baru berusia 3 tahun berpikir apa yang harus aku lakukan dalam menghadapi ini semua. Dan aku memutuskan untuk memaafkan tentu saja dengan harapan dia berubah. Semua tidak lain untuk kebaikan anak-anak. Tahukah apa yang terjadi? Keadaan malah menjadi tambah sulit dengan datangnya tagihan dari pinjaman online dari mana-mana. Berbulan-bulan saya tidak dinafkahi, berbulan-bulan uang gajinya entah kemana perginya tiba2 muncul tagihan-tagihan.  Dunia saya runtuh, sekali lagi. Iya, jangan mau jadi aku. Berat.