Jangan mau jadi aku
Iya, jangan mau jadi aku. Dulu aku pernah merasa sangat beruntung, padahal kenyataannya tidak. Aku tersadar ketika mengetahui suamiku hobi berjudi. Sungguh, rasanya langit pun runtuh seluruh kehidupanku hancur. Aku menangis sambil memandangi bayiku yang baru berusia 1 bulan yang tengah tertidur bersama kakanya yang baru berusia 3 tahun berpikir apa yang harus aku lakukan dalam menghadapi ini semua. Dan aku memutuskan untuk memaafkan tentu saja dengan harapan dia berubah. Semua tidak lain untuk kebaikan anak-anak. Tahukah apa yang terjadi? Keadaan malah menjadi tambah sulit dengan datangnya tagihan dari pinjaman online dari mana-mana. Berbulan-bulan saya tidak dinafkahi, berbulan-bulan uang gajinya entah kemana perginya tiba2 muncul tagihan-tagihan. Dunia saya runtuh, sekali lagi. Iya, jangan mau jadi aku. Berat.